info@jakarta-infrastruktur.com
(021) 29625751

INFRASTRUKTUR

Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT )

Ducting menjadi salah satu solusi untuk menertibkan beberapa utilitas yang akan dipasang atau dibangun pada suatu daerah oleh beberapa pengusaha, karena dengan adanya Ducting akan lebih mempermudah para pengusaha untuk melakukan pembangunan jalur infrastruktur ataupun akses ke berbagai lokasi yang sudah tersedia ducting. Hal ini muncul karena para pengusaha berlomba-berlomba membangun infrastruktur untuk perusahaan yang rata-rata menggunakan teknologi sebagai mobilisasi, akan tetapi para pengusaha tidak menjalankan semua dengan tertib, termasuk melakukan instalasi infrastruktur ataupun akses dengan asal-asalan, baik yang ditanam (Kabel tanam) ataupun yang dipasang di tiang (Kabel udara) sehingga merusak estetika dan keindahan kota.

PT Jakarta Infrastruktur Propertindo adalah salah satu dari perusahaan yang ditunjuk untuk Program penyelenggaraan Sarana Jaringan Utilitas Terpadu (SJUT) atau dengan kata lain Ducting Bersama yang rencananya akan di selenggarakan di DKI Jakarta, yang diharapkan Program SJUT ini akan mengurangi segala dampak Negatif yang berhubungan dengan aspek Sosial dan Lingkungan.

Jalan Tol

Pada Pertengahan tahun 2014, PT Jakarta Propertindo selaku pemegang saham PT JIP melakukan aksi korporasi yaitu dan pengelompokan bidang usaha. PT Jakarta Infrastruktur Propertindo yang pada awalnya bernama PT Jakarta Komunikasi mendapatkan penyerahan setoran saham PT Jakarta Marga Jaya dan PT Jakarta Akses Tol Priok dari PT Jakarta Propertindo, dimana perusahaan tersebut bergerak pada bidang investasi jalan tol.sehingga pada tahun tersebut Perseroan mempunyai 2(dua) anak usaha yaitu PT Jakarta Marga Jaya dan PT Jakarta Akses Tol Priok.

PT Jakarta Marga Jaya merupakan perusahaan investasi jalan tol yang berdiri pada tahun 2009 melalui kerjasama usaha patungan dengan PT Jasa Marga Persero Tbk, mendirikan anak usaha dengan nama PT Marga Lingkar Jakarta yang telah mendapatkan konsesi untuk membangun Jalan tol sepanjang 7,67 KM antara Ulujami Kebon Jeruk Jakarta Barat, merupakan jaringan jalan bebas hambatan dan dibangun untuk tujuan melengkapi jaringan jalan JORR dalam rangka meningkatkan mobilitas akses selatan dan Barat Jakarta, disamping itu dapat mengurangi kepadatan lalu-lintas pada ruas tol dalam kota.Pada pertengahan tahun 2014 proses pembangunan jalan tol tersebut selesai dan mulai dapat dioperasikan.

Namun menjelang akhir tahun 2020 , sebagaimana keputusan pemegang saham PT JIP, dilakukan pelepasan saham PT Jakarta Marga Jaya kepada pihak luar yaitu PT Astra Tol Nusantara.

PT Jakarta Akses Tol Priok, didirikan tahun 2009.Perusahan ini pada awalnya dibentuk berdasarkan kerjasama antara Kementerian PUPR dan Pemerintah Provinsi DKI.PT JATP ditunjuk menggantikan PT Jakarta Propertindo untuk bertindak mewakili Pemprov DKI Jakarta sebagai badan usaha dalam melaksanakan seluruh kewajiban Pemrov DKI Jakarta dalam pembangunan jalan Tol Akses Tol Priok bekerjasama dengan PT Pembangunan Jaya Ancol Pratama salah satu anak usaha Group Pembangunan Jaya.sampai saat ini PT JIP masih memiliki 50 % saham atas PT JATP.

Kontraktor

PT Jakarta Infrastruktur Propertindo juga sudah lebih dari 5 tahun berkiprah untuk melayani bisnis sebagai kontraktor. Diantaranya yang sudah kita bangun adalah Menara BTS, Pembangunan GPON/FTTH di Gedung, Rumah SusunĀ  dan Apartemen, Pembangunan Ducting untuk Fiber Optic. PT Jakarta Infrastruktur Propertindo juga mempunyai ijin-ijin yang berkaitan dengan kontruksi diantaranya SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi) dan izin lainnya.

Pelayanan jasa konstruksi terbaik dan kepercayaan hanya dapat dicapai melalui komitmen PT Jakarta Infrastruktur Propertindo, dengan dukungan seluruh mitra perusahaan, dukungan finansial perusahaan dan penerapan manajemen teknologi yang efektif dan efisien.

PT Jakarta Infrastruktur Propertindo berkomitmen untuk menyelesaikan setiap proyek konstruksi. Hal ini tidak terlepas dari perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian proyek dengan metode konstruksi yang efektif, efisien serta memperhatikan standar K3 (Keselamatan, Kesehatan Kerja) serta Lingkungan Kerja yang efektif dan dinamis.